TANGGUNG JAWAB ATAS ANUGERAH ALLAH
Mari kita belajar dari Ayub.Bagaimana cara Allah memproses Ayub sampai bener-bener jadi pria sejati. Ayub? Bukankah ia bener-bener pria sejati? Di keluarga , ia adalah ayah yang hebat. Waktu anak-anaknya berdosa, Ayub memohonkan ampun. Di pekerjaan Ayub juga dikenal as The Most Successful Man.Kehidupan sosialnya? Jangan di Tanya lagi, ia terkenal, ia berpengaruh, seorang dermawan! Ia sejati dan tidak bercela. Tapi apa yang belum sejati dari Ayub?
Tantangan yang paling sulit dalam hidup itu adalah mengakui kesalahan yang kita perbuat, itu juga yang dialami Ayub. Tuhan inginmengubah sisi egois Ayub yang tidak mau mengakui kesalahan (Ayub 27:5-6 ; pasal 31). Ketika Allah mengijinkan Ayub dicobai iblis, proses Ayub dimulai, memang benar dari awal Ayub tidak tidak melakukan kesalahan. Kesalahan Ayub ialah dia mengeluh dan membela diri Tidak hanya pada teman-temannya Ayub membela diri ( Ayub 23 ) Ayub justru membela diri di hadapan Allah. Dan di pasal 40 Allah menantang Ayub dan Ayub baru sadar kalau dia salah.
Apa buktinya kalau Ayub sadar akan kesalahannya? Buktinya Ayub membuat pernyataan yang luar biasa ( Ayub 42). Ini bari keren! Akhir-akhir ini banyak pria yang demi harga dirimereka tidak mau mengakui kesalahannya, merasa benar dan akhirnya malah tidak bertanggungjawab. Tapi pemudanya Tuhan pasti tidak seperti kebanyakan pria-pria tersebut, pasti menjadi pria sejati, dapat berbesar hati dengan mengakui kesalahan yang dibuat, demikian juga tentunya para pemudinya Tuhan!!
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Seorang siswa mempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawab
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keselarasan, antara sesama manusia dan lingkungan..
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakat.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tanggungjawab berarti keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan,diperkarakan dan lain-lain). Atau suatu sikap menerima tugas dengan segala konsekwensinya, kemudian melakukannya dengan setia. Dalam bahasa Inggris, responsibility, dapat berarti tanggungjawab, kewajiban atau beban yang harus ditanggung.
Seorang siswa mempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawab
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keselarasan, antara sesama manusia dan lingkungan..
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakat.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Jadi dapat disimpulkan bahwa tanggungjawab berarti keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan,diperkarakan dan lain-lain). Atau suatu sikap menerima tugas dengan segala konsekwensinya, kemudian melakukannya dengan setia. Dalam bahasa Inggris, responsibility, dapat berarti tanggungjawab, kewajiban atau beban yang harus ditanggung.
2. Tinjauan Alkitab tentang tanggungjawab
Menurut Bilangan 11:11 tangungjawab berarti Beban, sedangkan ayat 14 tanggungjawab berarti Tugas. Sementara itu, dalam Galatia 6:5 disebutkan: ” Sebab masing-masing orang memikul tanggung jawabnya sendiri”, artinya tiap-tiap orang mempunyai tangungjawab yang berbeda-beda. Misalnya anak-anak berbeda tanggungjawabnya dengan remaja dan orang dewasa, masing-masing tanggungjawab disesuaikan dengan peranannya. Seperti dalam perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30) besar kecilnya tanggungjawab tidak ditentukan oleh berat ringannya tugas yang dikerjakan. tetapi pada tingkat kemampuan yang melaksanakannya. Namun sesederhana apapun tugas tugas yang dilaksanakan oleh manusia pasti menuntut tanggung jawab.
3. Godaan lari dari tanggungjawab.
Mengingat tanggungjawab adalah kewajiban maka tanggungjawab bersifat mengikat, karena sifatnya yang mengikat maka manusia cenderung untuk melepaskan diri dari ikatan tanggungjawab, beban atau tugas tersebut. Kondisi seperti ini disebut godaan lari dari tanggungjawab. Ketika godaan melarikandiri dari tanggungjawab dilakukan manusia, maka ada resiko, sanksi dan akibat yang harus diterima. Dan orang yang melarikan diri dari tanggungjawab, atau tidak memberikan jawaban terhadap tugas atau masalah yang sedang ditanggung berarti tidak bertanggungjawab.
Contoh sikap lari dari tanggungjawab adalah sikap Yunus. Nabi Yunus diutus Tuhan Allah ke kota Niniwe ibukota Asyur, untuk menyatakan hukuman Allah atas kejahatan bangsa Asyur. Nabi Yunus tidak pergi ke Niniwe, tetapi naik perahu ke Tarsis.Dalam perjalanan, ia diserang badai di tengah lautan. Badai semakin mengganas dan Nabi Yunus dibuang ke laut dan tiba-tiba laut menjaditenang . Tuhan mengutus ikan besar menelan Nabi Yunus dan membuangnya ke pantai. Setelah peristiwa itu, Nabi Yunus diutus ke Niniwe dan memberitakan hukuman Allah atas dosa rakyat Asyur. Tuhan menginginkan pertobatan bangsa Asyur atau kota Niniwe. Supaya mereka selamat ( Yunus 1 : 1 – 17 ).
Dari pemaparan tersebut di atas disimpulkan bahwa tanggung jawab kristen adalah kewajiban, tugas atau beban yang harus ditanggung dan dijalankan dalam terang dan bimbingan Roh Kudus.
4. Tokoh-tokoh Alkitab yang bertanggungjawab.
Beberapa tokoh Alkibat yang memiliki rasa tanggungjawab dalam hidupnya adalah sebagai berikut:
a. Nuh.
Dalam Kejadian 6-10 mencatat bahwa Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang yang hidup sejamannya. Nuh hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9), dan Allah memberikan tanggungjawab yang besar kepadanya untuk membuat bahtera yang besar, Demikianlah karena Nuh bertanggungjawab atas tugas dari Allah maka dia dan keluarganya selamat dari air bah yang telah membinasakan seluruh bumi.
b. Abraham.
Cerita tentang Abraham dapat dipelajari dari kitab Kejadian 12-25. Sikap bertanggungjawab ditunjukkan oleh Abraham ketika ia pergi ke tempat yang ditunjukkan Allah, yang belum ia ketahui sebelumnya. Dan dalam melakukan tugas panggilanNya Abraham tidak bersungut-sungut. Lebih dari pada itu ketika Abraham diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan Ishak anaknya, ia memahami betul kehendak Tuhan dan sebagai tanda baktinya ia melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.
c. Yusuf.
Dalam kitab Kejadian 35-40 dapat dipelajari kisah Yusuf. Ia adalah seorang pemuda yang sangat mengasihi Tuhan dan bertanggungjawab. Tanggungjawab Yusuf
nampak ketika:
1). Ia dengan tabah menghadapi cobaan hidup dan tetap setia kepada Tuhan. Cobaan hidup justru membuat dia semakin bergantung kepada Tuhan.
2). Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetpi membalas kejahatan dengan kebaikan. Ia tidak menghadapi saudara-saudaranya dengan kekerasan, tetapi ia menggunakan kekuaasaannya dengan baik. Tentu sangat mudah baginya untuk langsung memenjarakan dan menghukum orang-orang yang pernah membuat dirinya mengalami penderitaan yang sangat berat.
3). Ia tidak berzinah ketika wanita cantik datang menggodanya.
d. Musa.
Membaca kitab Keluaran 1 – 40 dapat diketahui bahwa Musa diberi tanggung jawab menjadi pemimpin bangsa Israeloleh Allah. Musa berasal dari rakyat jelata yang menjalani hidup di Istana,harus membawa umat Tuhan keluar dari tanah perbudakan dan menghadapi bangsa-bangsa lain di tengah perjalanan serta menjaga baktinya kepada Tuhan dan hubungan baiknya kepada Israel. Semua tugas dari Allah dilaksanakan oleh Musa dengan penuh tanggungjawab.
e. Yosua.
Untuk mengetahui tanggungjawab Yosua kita bisa membaca kitab Yosua. Selain untuk meneruskan kepemimpinan Musa melanjutkan perjalanan Israel ke tanah perjanjian Yosua juga mendapat tanggung jawab untuk mengatur dan memimpin perang dengan bangsa lain. Allah memberi perintah kepada Yosua untuk menyeberangi sungai Yordan dan merebut negeri Kanaan. Tanpa ragu sedikitpun Yosua menjalankan perintah Allah, ia memimpin pasukan-pasukan Israel memasuki tanah Kanaan dengan kuasa Allah sehingga tidak terjadi perjalanan yang sukar atau perang yang hebat, karena negeri itu akan diberikan ( sedang diberikan ) oleh Allah kepada bangsa-Nya.
Setelah Yosua menyelesaikan tugas-tugas kepemimpinannya atas bangsa Israel, pada tuannya pun ia memberi teladan yang baik. Ia mengumpulkan seluruh tua-tua bangsa Israel di Sikhem untuk tetap beribadah kepada Tuhan Allah yang telah memberikan kemenangan atas umat-Nya (Yosua 24 : 14 – 24).
f. Samuel.
Dalam Kitab 1 samuel 1 dapat diketahui bahwa Samuel mendapat tugas pelayanan sebagai hakim sekaligus nabi. Sebagai hakim Samuel melaksanakan tugasnya dengan sangat adil dan sebagai nabi, Samuel bertanggungjawab untuk memimpin acara pertobatan nasional , membersihkan dewa-dewa baal dari seluruh negeri, melaksanakan reformasi kehidupan berbangsa dan beragama, mendirikan Monumen Nasional ”Eben Heaazer” dan lain-lainnya.
g. Raja Salomo.
Sebagai seorang raja, salomo suka damai dan ia memerintah dengan bijaksana. Hal itu dapat dilakukannya karena ia sendiri yang meminta kepada Allah supaya Allah memberinya hati yang bijak ( I Raja-raja 3 : 9 – 13 ).
Tugas utama Salomo adalah membangun Bait Allah di Yerusalem( I Tawarikh 22 : 10; II Tawarikh 3 : 1 – 6 ). Di bawah pemerintahan Salomo, kerajaan Israel mengalami puncak kejayaan. Negeri Israel mengalami perluasan yang belum pernah terjadi sebelum dan sesudah Salomo.
(Sumber: http://hetimarheni31.blogspot.co.id/2010/10/materi-ajar-pak-kelas-ix-smp.html?m=1, Diakses tanggal 24-02-2017)
(Sumber: http://hetimarheni31.blogspot.co.id/2010/10/materi-ajar-pak-kelas-ix-smp.html?m=1, Diakses tanggal 24-02-2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar